Sinar, darinya Seminar

  1. Setiap terang ada gelapnya. Bisa jadi saling mematikan, atau ada dalam satu paket yang datang sebagai pasangan.
  2. Mata yang sudah tak normal, melihat pendar lampu mobil menjadi kembang api tahun baruan. Lama-lama menjadi normal.
  3. Sinar bulan purnama jadi senter besar di ruang-ruang tak berpenyinaran sintetis
  4. Tiap hal, orang dan hal-hal lain, mengeluarkan sinar dengan pendarnya masing-masing, dan semua saling menerangi
  5. Segelap apapun, ada sinar disana.

Saya sedang sakit setelah kelelahan sebulan Desember (dugaan saya). Istirahat 1-2 hari rasanya enak sekali. Waktu rehat yang sudah lama tidak saya cecap. Mohon doanya juga untuk istri saya yang saking se-iya-nya, jadi sakit barengan.

Saya ingat betul malam itu. Sore saya pergi ke Mol Coffee, hearing session The Pitikih. Maghrib saya baru ingat kalau nanti diniharinya akan rilis album. Saya mulai membuat TODO NOTES di notes HP saya.

Press release, canvas spotify, poster rilis, foto-foto, template broadcast dan-lain-lain. Dari jam 18.00 sampai pukul 02.00 besoknya, tepat pada hari tahun baru, saya gunakan untuk bekerja. Anak-anak saya sampai masih terjaga gara-gara bapaknya tidak tidur-tidur.

Paginya, alhamdulillah langsung ambruk. Saya ditegur Tuhan. Siapa suruh terburu-buru, siapa suruh kebut semalam, siapa suruh lain-lain. Pikiran itu menggelayuti saya bersama panas tubuh dan kelelahan yang menggantung. Semakin lama membuat sakit semakin berat, karena ingin cepat sembuh juga.

Berhenti. Saya berhenti berpikir. Saya kosongkan pikiran. Tidak menyalahkan sakit saya kepada apapun dan siapapun. Ini bukan salah, ini sebuah kebenaran bahwa sakit adalah pasangannya sehat. Saya mulai menikmati sakit saya. Tidak ada penyesalan dalam sakit.

Semua memang harus berhenti. Alhamdulilah hari ini sudah agak pulih, belum 100%, bagai The New Normal.

Saya lupa ngerem. Terlalu banyak gas. Untuk apa?

Yogyakarta, 3 Januari 2020
Jono Terbakar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cak Parmin
Dihital
Jam Buka
Kualitatif