Parenting Vs Layar

Saya pingin banget berbagi tentang ini. Pengalaman dan perasaan saya sebage orang tua yang ndak memabukkan.

Jadi orang tua ujiannya konsistensi, kalo bilang anaknya tidak boleh main HP tapi yang ngomong “tidak boleh” sukanya main hape ya sama aja boong. Bagi anak-anak, tau saja tak cukup, butuh ladan juga.

Anak adalah cermin terbaik yang bentuknya manusia. Dan bagi saya salah satu tantangan menjadi orang tua yang terberat masa kini adalah kehadiran orang ketiga dalam keluarga: LAYAR.

Layar menyedot fokus kita sangat dalam. Scroll tak jelas juntrungnya, tiap klik yang disambut klik lainnya, hiburan yang sudah sampai taraf tidak menghibur karena sudah jadi hal yang biasa. Kemarin saya coba alih media, dari konten audio visual yang biasa saya konsumsi jadi audio. Telinga lebih bisa membantu, tetap sambil mendengarkan tapi hidupku tidak terpaku di layar. Tantangannya, kalau ada lagu menarik jadi penasaran lalu browsing. Thx, sami mawon.

Di sebuah tempat, saya disambut beberapa anak yang sedang bermain bersama. Saya dengar kata “Anjing, Goblog”. Mampus dll. Tampaknya youtuber gaming sudah berhasil menjadikannya new normal. Selamat, su.

Akhir kata, menjadi orang tua dalam hemat saya paling asik saat hape mati, mati lampu, kuota habis, dan di pulau terpencil. Bukan eskapisme tapi memang saya rasa waktu-waktu itu, waktu kita dipaksa oleh keadaan, menjadikan fokus saya benar-benar ke mereka yang memintanya.

Its a trap

Yogyakarta, 17 Maret 2021

Jono Terbakar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cak Parmin
Dihital
Jam Buka
Kualitatif