Kultur Suara

Semalam siaran bersama Harri “Pade” Prakoso. Sebuah pengalaman yang seru walaupun cuma didengarkan segelintir orang.

Di tengah gempuran vlog dan hal-hal berbasis audio visual, radio masih punya ranahnya sendiri. Terbukti dari masih adanya Geronimo FM, NTS Live, dan radio-radio lain yang masih didengarkan dan masih bisa bertahan.

Kultur audio tentu lebih sederhana daripada audio visual, karena cuma terdiri dari 1 aspek. Telinga yang mendapat responnya. Bukan mata dan telinga, mungkin secara energi lebih santai meskipun informasinya tidak bisa sebanyak video. Blog saja jadi vlog, tulisan sudah kurang happening di mata beberapa atau banyak orang, kalau bisa divideokan kenapa harus ditulis. Mungkin begitu kredonya.

Namun, saya merasa siaran dan mendengarkan radio sangat seru, apalagi kalau ada DJnya. Ada interaksi dan pertukaran energi antar manusia, bukan dengan algoritma. Tidak efektif dan tidak efisien, namun rasanya banyak orang yang mulai atau sudah sadar bahwa hidup ini tidak melulu efektif dan efisien.

Jadi stay tune di radio.jonoterbakar.com ya, untuk jadwal siaran masih tidak menentu, namun kedepan semoga bisa dirutinkan. Untuk kominitas-komunitas kita saja, non-profit dan tidak muluk-muluk. Supersantai

Yogyakarta, 1 Februari 2021
Jono Terbakar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cak Parmin
Dihital
Jam Buka
Kualitatif