Ke Tempel, Pijet Pak Hartono

Kemarin minggu, saya dan Bapak pergi ke Tempel, Sleman. Kayaknya sih daerah Turi karena banyak sekali salak, maaf kalo saya salah. Saya sebenernya cuma nunut, yang mau terapi Bapak. Kemarin adalah kali pertama kami kesana.

Ketika kami datang, Pak Hartono sedang istirahat pukul 12.00-13.00. Sudah ada 3 orang dengan jumlah antrian 6. Saya tanya sama salah satu pengunjung yang sudah pernah kesitu, nanti kalau pintunya dibuka ada nomer urut yang bisa diambil. Kami dapat nomer urut 9 dan 11.

Pak Hartono di ruangannya membenahi syaraf-syaraf manusia. Kami di ruang tamu, tepat di sebelah ruang terapi, bisa mendengarkan juga keluhan-keluhan pengunjung lain. Tentunya, saya menunggu sambil baca-baca majalah Joko Lodhang, yang full berbahasa jawa, yang tersedia di meja ruang tamu.

Beberapa pasien sebelumnya teriak-teriak dan njondil-njondil, maklum namanya syaraf nyetrum mungkin ya kalo dipegang-pegang. Singkat cerita, tiba waktu Bapak saya diterapi. Jempol Bapak sakit. Pak Hartono malah menggenggam dan nguthek-nguthek jempol Bapak. Bapak sampai kesakitan dan lompat-lompat di kasur. Ternyata jempolnya yang sakit asal sakitnya dari leher, kata Pak Hartono. Bapak merasa mendingan setelah di terapi.

Lalu saya juga ikut mencoba diterapi, kebetulan punggung sakit karena suka nunduk-nunduk laptopan dan henponan. Badan diputar kanan-kiri dan bunyi kluthuk. Jari Pak Hartono masuk dalam ke punggung saya, menyentrum-nyetrum saya dengan kejutan persyarafan.

Tidak ada papan harga di ruang terapi. Berdasarkan pengalaman pembeli ikan Bapak saya yang merekomendasikan Pak Hartono, akhirnya kami memberi amplop berisi 100ribu. Semoga tidak kurang yang, Pak. Silahkan jika teman-teman berkunjung mengapresiasi semampunya, tidak harus segitu, kalau bisa lebih.

Di ruang tamu, ada tulisan-tulisan yang tergeletak di meja bawah TV. “Buka Jam 10”, “Buka jam 15”, dan “Kurang Sehat”. Tulisan itu tampaknya bisa ditempel di pintu, tempat tulisan “Buka jam 09.00-15.00” ditempel.

Sepulang dari sana, saya jadi terinspirasi lagi menghidupkan terapi zamatera yang pernah saya pelajari dan praktekkan. Rasanya bahagia bisa menolong orang, apalagi membantu membebaskan beban rasa sakit yang ada dalam tubuh. Akhirnya pagi ini, setelah badminton saya membantu terapi 2 teman saya. Alhamdulillah rasanya senang sekali. Semoga Allah menyehatkan.

Untuk yang mau berkunjung ke Pak Hartono silahkan gunakan Google Maps “Pijat Pak Hartono” atau WA ke 081-568-508-77

Yogyakarta, 30 November 2020
Jono Terbakar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cak Parmin
Dihital
Jam Buka
Kualitatif