Kalau Aku Jadi Presiden

Sesuai judul, saya akan (salah satunya) membuat program menawarkan indonesia.

Jangan suudzon dulu, tawar-menawar bukan cuma punya perekonomiaan saja, tapi juga masalah roso.

Sebagai presiden, saya prihatin akan ketidaksadaran masyarakat Indonesia yang kalau pagi ngeteh, terus nanti nongkrong ngeteh lagi, habis itu selo beli boba, kemudian malamnya nongkrong lagi beli es kopi susu. Wadidaw, bagaimana kabar gula darahmu brosis. Khusus untuk boba, seorang teman bernama Mas Teguh ceritanya lucu sekali: pernah minum boba di taiwan, sahih.

Ada gula ada semut. Semutnya bisa jadi promo makanan online yang sangat mencengangkan, namun ada baiknya kita tidak pernah menyalahkan sesuatu yang ada diluar kita. Pikiran kita sendiri yang perlu kita tekuni.

Selain benci produk luar negeri (baca: angin muson barat), perlu juga kita menggalakan minum minuman tawar. Teh tawar, kopi tawar, roti tawar yang ternyata gulanya banyak juga #pitikih, dan penawaran lainnya. Penawaran tupperware juga mungkin perlu dikurangi kadar penerimaan dalam tubuhnya juga. Apalagi penawaran di pasar tradisional daring yang membuat tetangga kita bagai penjahat karena jual dengan harga lebih mahal. Kurangi manis-manisnya.

Semoga negara kita terbebas dari epidemi kelegen dan gausah minum extrajoss susu sering-sering.

Sayangi ginjalmu. Sebelum sakit, jaga. Setelah sakit, syukurin. Tak uwouwo.

Seperti ucapan anak saya saat melewati kembang-kembang belasungkawa kematian di suatu rumah besar, “Tulisannya SELAMAT MATI”

Yogyakarta, 30 Maret 2021
Jono Terbakar
bukan dan gamau jadi presiden

2 thoughts on “Kalau Aku Jadi Presiden”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cak Parmin
Dihital
Jam Buka
Kualitatif