Jam Buka

Ramadhan biasanya sudah punya pola, terutama terkait jam buka tempat makan dan minum. Beberapa memilih buka mepet buka, ada yang memutuskan buka sahur, dan ada yang buka normal.

Di Lapangan Minggiran, angkringan es tomat yang biasa kami jajani ternyata buka normal, sore sudah tutup. Kebetulan kemarin beli es teh di angkringan lain, ternyata tutup setelah maghrib, tiwas santai-santai ternyata bapaknya sudah ngelap-ngelap meja angkringannya. Olive juga sekali membuat saya kecewa, jam 09 saya datang, ternyata bukanya jam 10 pagi. Sudah dimaafkan wkwk.

Pandemi tahun ini adalah yang melewati ramadhan kedua kalinya, mungkin kali ini lebih longgar sehingga keterbukaan warung-warung lebih banyak saya rasakan. Namun, jam buka saja rasanya menjadi seperti bayi kembali. Polanya beda-beda, dan saya sebagai yang beli juga kadang bingung. Kalau sebelum pandemi, mau buka saat sahur juga banyak yang datang, sahur bareng, sahur on the road, dll. Sekarang waktu buka saja tidak selalu rame, seperti yang saya alami di Peachy Coffee Tamansiswa, di atap cuma saya sama om Harrits Layang aja sampai isya hehe.

Kebingungan ini semoga selalu ada, supaya kita terus menerus bisa dalam mode ndak sombong dan minta mengetahuan dari atas. Ya Allah, harusnya aku buka jam berapa? Mungkin dijawab “yo sakkarepmu”, tapi Dia Maha Sayang apapun jawabannya

Yogyakarta, 5 Mei 2021
Jono Terbakar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cak Parmin
Dihital
Kualitatif
Pagi