Hujan di Bulan Desember

Hujan di bulan apa saja sama saja. Basah. Tapi hujan di bulan Desember spesial.

Kenapa? Karena hujan di bulan Desember adalah hujan saat ini. Kita tidak berbicara hujan kemarin dan hujan akan datang. Hujan yang sekarang kita terima dengan lapang. Dada lapang, nafas lega, otot santai, dan pikir damai.

Istighfar kalau sudah pakai mantol tapi ga jadi hujan. Dua mata pisau jas hujan: melindungi dari basah tapi membuat keringeten kalau tidak hujan.

Sepertinya semua hal di dunia ini seperti dua mata pisau. Alkohol, pedang, kata-kata, pengaruh, kekuatan, kekuasaan, pertemanan, dan lain-lain. Semua adalah dua mata pisau padahal bukan pisau. Seni adalah syifamu dari ketegasan yang kaku.

Ada saat kaku, ada saat santai. Ada keseimbangan yang melambai-lambai dalam segala langkah kita. Kita adalah aku dan kamu. Kadang kita disini, adalah aku sahaja. Sebab kamu tak perlu dikasih tahu, kedelai masih belum diolah. Susu kedelai beda dengan susu keledai.

Ya sambil menyelam minum air: rumus ke alam baka

Yogyakarta, 3 Desember 2020
Jono Terbakar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cak Parmin
Dihital
Jam Buka
Kualitatif