Dimudahkan

Di kepala saya, syarat untuk hidup yang dimudahkan adalah memudahkan dahulu dan kemudian. Apa-apa ndak usah dibikin repot. Sebagai contoh adalah dalam tetek bengek perpentasan, tidak sedikit yang minta minuman dan makanannya melebihi honor tampilnya. Belum lagi standar sound yang harus seperti permintaan membuat sesuatu seperti makhluk halus yang minta sesaji. Pada dasarnya, setiap kerjasama bisnis adalah kerjasama. Bukan mempekerjakan saja. Semua bekerja dengan porsi masing-masing, semakin mudah semakin baik, siapa sih yang suka susah-susah? banyak. Mungkin karena setelah susah ada mudah. Setelah mudah ada mudah. Semuanya mudah, karena mesin penilainya ada dikepala. Yang susah di sepelekan akan jadi mudah. Yang susah dimudahkan akan semakin susah untuk menjadi tidak lebih mudah.

Mudah-mudahan kamu mudah, pak tua.

Yogyakarta, 21 April 2021
Jono Terbakar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dihital
Jam Buka
Kualitatif
Pagi