Dilempar Telek

Sungguh aku tidak bisa membayangkan rasanya dilempar kotoran, entah hewan atau manusia. Pastinya jijik dan membuat marah.

Namun riwayat Nabi Muhammad SAW yang memaafkan sang pelempar, bahwa menjenguk dan atau merawatnya waktu sakit sungguh menyentuh hati. Bisa saja saat-saat ini kita melakukan itu dengan alasan politis, misalnya lagi nyaleg tiba-tiba jadi orang saleh sosial lengkap dengan kebaikan seremonialnya. Namun saya yakin bahwa ada orang yang hatinya memang selalu lembut dan halus.

Dengan membaca kisah-kisah Nabi Muhammad, tepat di bulan ramadhan ini, saya teringat akan ketidakmuhammadan saya. Dunia seperti dibolak-balik oleh cerita-cerita itu, dan sesungguhnya hal-hal yang mudah saat pagar di kepala sudah roboh.

Yogyakarta, 26 April 2021
Jono Terbakar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cak Parmin
Dihital
Jam Buka
Kualitatif