Sowan Rowan

Lucu itu persepsi. Bagi saya, yang sering dianggap lucu sama orang lain, lucu adalah akibat dan konsekuensi serta hasil. Apa yang membuat kita lucu: proses.

Fyi, bapak saya lucu. Punya banyak jokes. Punya buku-buku jokes dirumah.

Saya suka mr. Bean. Saya pernah beberapa kali nonton Monty Phyton. Warkop DKI, walaupun tidak fanatik, saya nonton. Kelucuan teman-teman tongkrongan juga saya rekam dalam pikiran serta tak jarang yang saya catat.

Kalau musisi butuh banyak dengar musik, sama halnya untuk menjadi lucu. Mengalami banyak kelucuan akan membuat sensitifitas kita lucu. Untuk kelucuan yang sifatnya responsif, butuh trial and error yang banyak. Kalau sekali tidak lucu kemudian berhenti berusaha lucu, batu akik tidak terpoles.

Sampai-sampai, kadang saya memandang hidup ini cuma lucu-lucuan. Sekolah tinggi-tinggi lho tidak berkarir dengan ijazahnya. Kerja capek capek uangnya habis untuk sekolahin anak, gapunya waktu ketemu anaknya. Punya uang eh harus keluarin uang untuk jajan, nyumbang, dan tak terduga-duga. Galucu kan? Kalau mau lucu, sebaiknya mulailah mencari kelucuan dari hal-hal tidak lucu.

Saya lampirkan 2 video yang kemarin saya tonton sama anak-anak saya. Mas Rowan sudah begitu berjasa memberi inspirasi bagi saya secara tidak langsung dan di alam bawah sadar. Cekidot

https://youtu.be/CwzjlmBLfrQ (tidak bisa diembed)

Yogyakarta, 21 Desember 2020

Jono Terbakar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dihital
Jam Buka
Kualitatif
Pagi