Masuk-Libur

Pilkada kemarin adalah berkah. Pertama, Jogja tidak pilkada sehingga saya tidak harus tarik ulur golput-nyoblos hihi. Kedua, Jonoterbakery mendapat rekor karena memproduksi 9 roti. Supersengsu para pemesan.

Ada sebuah hal yang luput dari pikiran, pilkada kan tanggal merah. Rencananya pagi itu saya mau beli gas LPG dan loyang untuk roti. Gas beli di agen Jl. Janturan, loyang direncanakan beli di Intisari Pasar Sentul. Berangkatlah saya. Pintu gerbang agen gas terbuka setengah. “tutupkah?”, batin saya. Mobil saya masukkan, saya ketok pintu kantornya untuk membayar gas. Ternyata kantornya tutup, namun ada satpam yang bertugas dan tetap bisa beli gas. FYI, Bright gas pink 12kg harganya 139.500 rupiah. Alhamdulillah, 1 cita-cita tercapai.

Selanjutnya, saya ke Intisari di sebrang Pasar Sentul, Jogja bukan Bogor. Belum buka dan ada tulisan LIBUR di pagarnya. Saya lalu ikhtiar ke Intisari Lempuyangan, ternyata tidak ada tulisan libur tapi gerbangnya tidak buka = tutup. Alhamdulillah, 1 cita-cita tidak tercapai.

Melihat dua kejadian itu, saya merefleksikan kehidupan. Refleksi pantulan ya bukan yang pijet hehe. Disaat orang libur ada juga yang bekerja. Tiap pekerjaan punya konsekuensinya masing-masing. Ada yang tiap bulan dibayar, ada yang harus mengusahakan untuk dapat bayaran. ada yang senantiasa nganggur tapi terus menerus dibayar. Hidup ini cuma berbagi peran, bukan enak-enakan atau nyaman-nyamanan.

Apa yang sudah kamu berikan, bukan apa yang sudah kamu dapat” mungkin bisa dijadikan mantra untuk menjalani kehidupan nggolek duit yang kadang-kadang melelahkan. Uang memang sejatinya cuma alat tukar, tapi dunia sudah kadung beberapa sendinya dibangun dalam struktur ini. Kalo mau anti-uang monggo, tapi berdamai dengan uang dan segala pekerjaan untuk memperjuangkannya juga sebuah opsi. Damai dan seimbang, dua buah kata kunci. Kunci, sebuah kata kunci.

Semangat untuk semuanya. Yang menimbang-nimbang masuk-libur dalam frame foto syukur kepada Tuhan yang tak habis-habisnya. Tuhan tersenyum melihat kita melakukan apapun. Salah minta maaf. Benar lanjutkan.

Yogyakarta, 10 Desember 2020
Jono Terbakar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rapunjel
Kultur Radio
Asu-Asu
Suwun FOSS
soto podomoro