Burjo Murni Lempuyangan

Beberapa tahun lalu, saya dan Widyo janjian di Burjo Murni, dekat stasiun Lempuyangan.

“A’, saya pesen nastel (nasi telur) ya”, kata saya
“Gaada”, jawab si aa’ burjo
“Yasudah nasi goreng aja”, timpal saya
“Gaada juga”
“Adanya apa?”
“Burjo sama indomie aja”, jawab aa’ menutup perbincangan

Itu beberapa tahun yang lalu ya. Saya belum mampir dan tanya lagi. Tapi sampai sekarang burjonya masih juara dan terkenal (menurut saya).

Salut sama Burjo Murni. Menjaga kemurnian ras burjo. Memberi contoh bagi burjo-burjo lain untuk menepati omongannya sendiri.

“Mas, pesen burjo”
“Sori mas gaada burjonya”

Ini contoh percakapan yang beberapa kali terjadi sama saya. Mungkin itu pula namanya sekarang di rebrand jadi warmindo (warung makan indomie).

Burjo favoritmu mana, slur?

Yogyakarta, 4 Desember 2020
Jono Terbakar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cak Parmin
Dihital
Jam Buka
Kualitatif