Belanja Alat Lukis: Toko Merah & Toko Cherry

Entah kenapa tahun ini saya ingin bersenirupa, awalnya mungkin gara-gara pengalaman pameran bersama Seterah akhir tahun lalu. Sebagai pemula pong-pong-bolong, saya tanya sana-sini untuk tau senirupa paling dasar: dimana toko yang direkomendasikan untuk beli-beli kebutuhan seni rupa di jogja?

Hanif “Dua Musim” menyarankan saya beli bahan-bahan di Toko Merah. Dia juga menyebutkan Toko Cherry di barat parkiran Ngabean. Lalu ada lagi Pak Will Tamsis di seberang PLN Jalan Parangtritis. Tersebut juga Apeco di Jalan Malioboro dari Juan temannya Hanif. Ternyata memang butuh insider info untuk mengetahui tempat-tempat mana yang direkomendasikan.

Pertama, saya pergi ke Toko Merah. Saya beli hal-hal basic: kuas, kanvas, dan cat akrilik. Sang pramuniaga menyarankan saya beli Cat Akrilik V-Tec dengan imbuhan “Kalo untuk pelajar ini yang paling laris, mas” – harganya 61ribu. Saya juga sekalian beli set kuas V-Tec seharga 110ribu, ada set kuas lain merek Mont Marte seharga 160ribu, karena saya pelajar maka beli V-Tec dulu haha. 1 pisau palet saya beli, entah buat apa waktu itu, harganya 16ribu (+ sepaket pisau palet plastik harganya 7ribu).

Terus saya ke bagian kanvas. Saya beli 2 kanvas merek Royal: 20x20cm dan 20x30cm (20ribu-25ribu harganya). Pokoknya total hari itu saya belanja agak banyak, di dalam pikiran saya ini namanya biaya investasi karena kuas tak akan rusak sekali pakai dan cat akrikik gaakan habis sekali pakai.

Sampai rumah, dua kanvas langsung tandas. Saya langsung menghubungi sana sini untuk mengetahui “info kanvas murah” haha. Beberapa teman menyarankan untuk bikin spanram (kayu bingkai untuk kanvas) dan beli kanvas sendiri lalu dipasang. Namun, ternyata kanvas mentah harus di gesso/primer dulu, diberi cat dasar yang membuatnya jadi putih dan mudah di lukis. REPOT, dalam batin saya.

Nah, pada suatu senin, paska-badmintonan rutin, saya pulang lewat Toko Cherry. Konon kata teman-teman disini sering untuk belanja para mahasiswa seni. Saya tanya harga kanvas, dan saya kaget. Kanvas 30×30 harganya 13.000. Kanvas 1x1m harganya 66.000. Waktu itu saya beli 3 kanvas 30×30 dan 1 kanvas 1x1m, ditambah beli akrilik kuning, merah, biru, putih, dan hitam (ini saya beli setelah saya tau bahwa bisa campur-campur warna sendiri dengan 3 warna primer ditambah putih dan hitam untuk menuakan atau memudakan warna, macam bikin SIM nembak aja).

Toko Cherry lebih murah kanvasnnya, tapi staples di samping dan kualitas kanvasnya lebih rendah daripada Royal. Ada harga, ada rupa. Ada seni harga, ada seni rupa.

Saya senang sekali bisa belajar tentang perbelanjaan art supplies ini. Toko-toko yang tak akan saya kunjungi kalau saya tidak belajar melukis. Ternyata belajar melukis bukan melulu tentang teknik, tapi belajar belanjannya juga perlu.

Mungkin kalau modal uang saya untuk belajar ini tak terbatas, saya jadi kurang kreatif dan kurang bertanya sama teman-teman. Selalu ada kesempatan dalam sempitnya budget. Semoga barokah.

Barangkali ada yang lagi belajar juga, atau mau mengajari saya tentang belanja-belanja bahan seni rupa, monggo ya. Siap diajari.

Yogyakarta, 17 Januari 2021
Jono Terbakar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dihital
Jam Buka
Kualitatif
Pagi