40km/jam

Akhir sebulanan ini, saya bikin aturan lalu lintas saya sendiri: naik motor maksimal 40km/jam. Peraturan ini saya buat karena bulan sebelumnya cukup hectic di jalan, terutama antar-antar roti Jonoterbakery. Padahal tidak ada yang menggesa-gesa. Kenapa ya?

Untuk mengadakan perubahan mikro dalam diri saya, saya bikin aturan imajiner sendiri yang harus dipatuhi sendiri dengan selfdisiplin. Hasilnya? Ya ternyata susah. 40km/jam termasuk sudah agak kencang menurut saya, dalam 1 jam kita bisa menempuh jarak 40km, cukup asik kan? hehe

50km/jam sudah kengebutan apalagi kalau mencapai 60km/jam. Ada rasa ketergesaan dengan angka 50-60, akhirnya saya putuskan di 40km/jam. Ya kadang kalau jalan kosong atau ada motor pelan di depannya yang jadi ujiannya. Sering ingin menyalip, tidak sabar. Padahal tidak ada gunannya.

Yang saya amati, di jalan ada teori kadung. Jadi misal kita sudah santai, terus tiba-tiba harus menyalip motor di depannya, kecepatan kita kadung sudah lebih tinggi dari sebelumnya. Biasanya tanggan saya akan mempertahankan di kecepatan itu, lebih cepat dari 40km/jam, atau malah sekalian saja digas karena sudah kadung.

Hasil sebulanan ini: di jalan lebih sabar dan bisa memandang dunia dari sudut yang berbeda. Kalau kita di jalan ngebut, kita berorientasi pada hasil akhir atau tujuannya, cepat sampai di tujuan entah dengan benjut atau selamat. Kalau perlahan, saya jadi bisa lihat kanan-kiri, tau ada toko A tok B atau ada apa di sebuah jalan. Kita juga bisa lebih santai kalau ada yang motong-motong jalan di depan kita, karena kita perlahan dan tidak terburu-buru.

Sempat kepikiran untuk menjadikannya gerakan kolektif. Tapi saya rasa tidak perlu, karena kecepatan adalah sesuatu yang bisa kita stel kencang-kendo. Kalau benar-benar butuh cepat monggo. Kalau tidak butuh cepat, kenapa ngebut. Ultimate lagi, kalau tidak butuh pergi keluar kenapa naik motor? Begitu

Yogyakarta, 20 Januari 2021
Jono Terbakar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dihital
Jam Buka
Kualitatif
Pagi